Pusat Peradaban Melayu
Universita Islam Negeri
Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

PPM UIN Sulthan Thaha
Saifuddin Jambi

Survei ke 15 Desa, Pusat Peradaban Melayu Gaungkan Kebangkitan Tradisi

BATANGHARI – Pusat Peradaban Melayu menggelar survei ke 15 desa di Kabupaten Batanghari pada Kamis, 12 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) 2026 yang mengusung tema membangkitkan kembali tradisi dan adat Melayu Jambi.

Survei tersebut melibatkan peserta survei Korpus Peradaban Melayu Jambi Dr. Tabroni, tim Korpus Pengabdian kepada Masyarakat Mukhlis, M.Pd.I, serta staf Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Ibu Sabariay, Ibu Nelfice, dan Ibu Mery.

Rombongan menyambangi sejumlah kepala desa, pengurus desa, serta tokoh masyarakat untuk menyerap aspirasi terkait rencana pelaksanaan Kukerta tahun depan. Selain memetakan kebutuhan desa, tim juga menggali pandangan warga mengenai kondisi adat istiadat Melayu yang dinilai mulai memudar di tengah perubahan sosial.

Dr. Tabroni mengatakan, Kukerta tahun ini dirancang tidak hanya sebagai agenda rutin akademik. “Kukerta kali ini bukan sekadar menjalankan seremonial program kerja, namun untuk membangkitkan kembali adat istiadat dan tradisi Melayu yang sudah mulai luntur,” ujar dia saat ditemui di sela-sela kegiatan survei.

Menurut dia, sejumlah desa menyampaikan harapan agar mahasiswa tidak hanya melakukan kegiatan administratif, melainkan juga terlibat dalam revitalisasi tradisi, penguatan lembaga adat, serta pendampingan kegiatan budaya lokal.

Mukhlis, M.Pd.I, menambahkan bahwa Kukerta harus memberi dampak nyata bagi masyarakat. “Semoga Kukerta tahun 2025 menjadi aksi nyata yang berdampak,” katanya.

Ia menjelaskan, masukan dari desa-desa tersebut akan menjadi dasar penyusunan program kerja mahasiswa, termasuk kegiatan pelestarian adat, dokumentasi tradisi lisan, hingga penguatan peran generasi muda dalam menjaga identitas Melayu Jambi.

Survei di 15 desa itu diharapkan mampu mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan peran perguruan tinggi, sehingga Kukerta 2026 tidak sekadar menjadi kewajiban akademik, melainkan bagian dari upaya menjaga warisan budaya Melayu di Kabupaten Batanghari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899