
Jambi — Pusat Peradaban Melayu UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menggelar survey cagar budaya pada Senin, 4 Mei 2026. Kegiatan ini menyasar dua situs penting peninggalan Kerajaan Melayu, yakni Makam Pangeran Wiro Kusumo dan Rumah Batu Olak Kemang yang berada di Kelurahan Olak Kemang, Kecamatan Danau Teluk, Seberang Kota Jambi.
Survey ini melibatkan Koordinator Pusat Peradaban Melayu UIN STS Jambi, Dr. Tabroni, bersama Bujang Gadis Melayu UIN STS Jambi. Kegiatan dilaksanakan secara informal sebagai langkah awal pengenalan situs kerajaan Melayu kepada civitas academica dan masyarakat sekitar.
Dr. Tabroni, M.Pd.I menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan survey ini adalah untuk menginventarisasi dan memetakan situs-situs cagar budaya Melayu di kawasan Olak Kemang, mengkaji nilai historis, budaya, dan religius yang terkandung di dalamnya, serta mendorong upaya pelestarian berbasis akademik dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat peran UIN STS Jambi sebagai pusat kajian budaya Melayu serta menjadikan situs-situs tersebut sebagai media pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa dan generasi muda.
Menurut Dr. Tabroni, kegiatan ini penting untuk menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap nilai sejarah yang terkandung dalam situs-situs tersebut. “Tumbuhnya kesadaran akan pentingnya pelestarian cagar budaya. Melalui survey langsung, mahasiswa dan masyarakat dapat melihat kondisi riil situs sehingga mendorong rasa tanggung jawab untuk menjaga, merawat, dan tidak merusak warisan budaya tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, survey ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara dunia akademik dengan masyarakat dalam menjaga warisan budaya Melayu. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pijakan awal bagi penelitian dan pengabdian masyarakat yang lebih luas.
Sebagai tindak lanjut, Pusat Peradaban Melayu UIN STS Jambi berencana mengadakan kunjungan lanjutan ke situs Kerajaan Melayu Jambi dengan melibatkan lebih banyak mahasiswa dan pihak terkait. Langkah ini diharapkan dapat memperluas pemahaman sekaligus memperkuat komitmen generasi muda dalam pelestarian cagar budaya.