Pertemuan penting ini berlangsung di kampus UIN Raden Fatah Palembang pada Rabu (17/6/2026). Fokus utama kolaborasi ini adalah mengemas sejarah, artefak, dan situs-situs Melayu agar kembali dicintai oleh generasi muda.
Menghidupkan Romantisme Sejarah untuk Gen Z
Kepala Korpus Peradaban Melayu UIN STS Jambi, Dr. Tabroni, M.Pd., bertemu langsung dengan Kepala Korpus/Kalab Peradaban Melayu UIN Raden Fatah Palembang, Dr. KMS. Andi Syarifuddin, M.Hum. Keduanya sepakat bahwa pendekatan digital dan visual menjadi kunci utama agar generasi muda tertarik pada warisan leluhur.
“Kita tidak bisa lagi memaksa anak muda belajar Melayu hanya lewat buku teks yang tebal. Artefak dan situs sejarah harus dinarasikan secara kreatif melalui teknologi,” ujar Dr. Tabroni.
Senada dengan hal tersebut, Dr. KMS. Andi Syarifuddin menekankan pentingnya sinergi antar-kampus di Sumatra untuk mengidentifikasi dan merevitalisasi situs-situs Melayu yang mulai terlupakan. Kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan riset kolaboratif yang hasilnya dapat dinikmati masyarakat luas dalam bentuk konten edukatif.
Dihadiri Tokoh Akademisi Lintas Kampus
Penjajakan kerja sama ini juga mendapat dukungan penuh dari para pejabat struktural kedua universitas. Dari pimpinan UIN STS Jambi, hadir Ketua Program Studi (Kaprodi) S2 Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Prof. Dr. Ahmad Ridwan, M.Pd.I., serta Wakil Dekan II Fakultas Syariah Dr. Fuad Rahman, M.Ag.
Sementara itu, delegasi UIN Raden Fatah Palembang disambut hangat oleh Kaprodi S2 MPI Dr. Yuniar, M.Pd., Sekretaris Prodi S2 MPI Dr. Yulia Tri Samiha, M.Pd., serta guru besar Prof. Dr. Mardiah Astuti, M.Pd.
Kehadiran para pakar pendidikan islam dan syariah ini menandakan bahwa pelestarian peradaban Melayu akan diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan tinggi, khususnya pada program pascasarjana. Langkah nyata ini diharapkan mampu mencetak generator muda yang bangga akan identitas budaya Melayu.