Pusat Peradaban Melayu
Universita Islam Negeri
Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

PPM UIN Sulthan Thaha
Saifuddin Jambi

UIN STS Jambi Gelar Pemilihan Bujang Gadis dan Lomba Pantun Melayu 2025

Muaro Jambi – Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya Melayu. Pada Rabu, 19 November 2025, LPPM UIN STS Jambi menggelar Pemilihan Bujang Gadis dan Lomba Pantun Melayu 2025. Kegiatan ini berlangsung di amphitheater lantai empat Gedung Rektorat UIN STS Jambi. Selain itu, kegiatan ini menghadirkan peserta dari berbagai fakultas.

Selanjutnya, kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Rektor II, Dr. Pahmi. Beliau menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan budaya ini. Menurutnya, pelestarian budaya harus dimulai dari generasi muda. Oleh karena itu, kegiatan ini dinilai sangat strategis untuk memperkuat identitas Melayu di lingkungan kampus.

Dalam sambutannya, Dr. Pahmi menjelaskan pentingnya memahami unsur kebudayaan menurut Koentjaraningrat. Beliau menegaskan bahwa kebudayaan terdiri atas kebudayaan materiil, kebudayaan non-materiil, dan kebudayaan mental. Selain itu, beliau juga menekankan bahwa adat istiadat tidak lekang oleh waktu. Hal ini selaras dengan pepatah Melayu, “Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung.”

Selanjutnya, beliau menegaskan bahwa pepatah tersebut mengandung pesan untuk menghargai kebijaksanaan lokal. UIN STS Jambi juga telah memasukkan Mata Kuliah Peradaban Melayu dalam kurikulum. Dengan demikian, budaya Melayu memiliki ruang akademik yang kuat di lingkungan UIN STS Jambi.

Kemudian, Ketua Korpus Peradaban Melayu, Dr. Tabroni, menjelaskan proses pelaksanaan kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa kegiatan telah berjalan sejak awal bulan. Proses tersebut diawali dengan seleksi administrasi dan sesi wawancara. Melalui tahapan itu, peserta disaring berdasarkan kemampuan dan pengetahuan budaya.

Untuk pemilihan bujang gadis, tercatat 43 peserta yang mendaftar. Namun, hanya 14 peserta yang berhasil lolos sebagai finalis. Selain itu, finalis tersebut akan mengikuti beberapa sesi penilaian tambahan. Sesi tersebut mencakup penilaian pengetahuan budaya, penampilan diri, dan kemampuan komunikasi.

Sementara itu, lomba pantun Melayu juga menarik perhatian besar mahasiswa. Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti mahasiswa lokal. Bahkan, beberapa mahasiswa internasional turut berpartisipasi. Tercatat, mahasiswa dari Malaysia dan Thailand ikut meramaikan perlombaan tersebut. Dengan demikian, kegiatan ini membuktikan bahwa pantun telah mendunia. Total peserta lomba pantun berjumlah delapan orang.

Akhirnya, kegiatan budaya ini diharapkan dapat memperkuat kecintaan mahasiswa terhadap budaya Melayu. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat posisi UIN STS Jambi sebagai pusat peradaban Melayu. Melalui ajang ini, budaya Melayu diharapkan semakin dikenal dan dicintai generasi muda. Dengan demikian, nilai budaya dapat terus hidup dan berkembang di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899